Kekhawatiran akan Slacktivism telah menyebabkan banyak orang bertanya-tanya: Cukupkah aksi lewat klik sudah cukup? Apakah hanya sekedar mengklik tombol “Like” atau “Share” di media sosial sudah mendukung suatu penyelamatan lingkungan?
Mengenal Slacktivism
Slacktivism adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan orang-orang yang hanya melakukan aksi kecil, seperti mengklik tombol “Like” atau “Share”, tanpa melakukan perubahan nyata dalam perilaku mereka. Ini berbeda dengan activism sebenarnya, di mana orang melakukan perubahan nyata dalam lingkungan dan masyarakat.
Contoh Slacktivism
- Mengklik tombol “Like” pada post yang mendukung suatu penyelamatan lingkungan, tanpa memahami apa-apa tentang isu tersebut.
- Membagikan post yang mendukung suatu penyelamatan lingkungan di media sosial, tanpa melakukan perubahan nyata dalam perilaku mereka sendiri.
Mengingat contoh-contoh seperti itu, banyak orang bertanya-tanya: Apakah hanya sekedar mengklik tombol “Like” atau “Share” sudah cukup untuk mendukung suatu penyelamatan lingkungan?
Perbedaan antara Slacktivism dan Activism
Activism sebenarnya adalah perubahan nyata dalam perilaku orang, yang dapat berupa perubahan kebiasaan hidup, perubahan keputusan, atau bahkan perubahan pola pikir.
Slacktivism hanya sekedar mengklik tombol “Like” atau “Share”, tanpa melakukan perubahan nyata dalam perilaku mereka. Perbedaan itu sangat penting, karena aktivisme sebenarnya dapat membawa perubahan nyata dalam masyarakat dan lingkungan.
Bagaimana Membuat Aksi Lewat Klik Sebenarnya Berubah menjadi Aktivisme?
Untuk membuat aksi lewat klik sebenarnya berubah menjadi aktivisme, kita perlu melakukan beberapa hal. Pertama, kita harus memahami apa-apa yang sedang terjadi di lingkungan dan masyarakat. Kedua, kita harus melakukan perubahan nyata dalam perilaku kita sendiri. Dan ketiga, kita harus membagikan pengetahuan dan pengalaman kita kepada orang lain.
Contoh Aktivisme yang Baik
- Menggunakan mobil listrik atau sepeda listrik untuk melakukan perjalanan.
- Memilih produk yang ramah lingkungan dan menghindari plastik non-biodegradable.
- Mengikuti kampanye yang mendukung suatu penyelamatan lingkungan, seperti kampanye anti polusi udara atau kampanye pelestarian hutan.
Contoh-contoh aktivisme itu menunjukkan bahwa melakukan perubahan nyata dalam perilaku kita sendiri dapat membawa perubahan positif di masyarakat dan lingkungan. Jadi, jangan hanya sekedar mengklik tombol “Like” atau “Share”, tapi lakukan perubahan nyata dalam diri Anda sendiri.